You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Senyiur
Logo Desa Senyiur
Senyiur

Kec. Keruak, Kab. Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Selamat Datang diWebsite Resmi Desa Senyiur Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur NTB

TRADISI BAU NYALE TAHUN 2021

MUHIBBULLAH 27 Januari 2021 Dibaca 377 Kali
TRADISI BAU NYALE TAHUN 2021

BERDASARKAN SURAT EDARAN BUPATI LOMBOK TIMUR

Bau Nyale di Lotim Ditiadakan, Karena (COVID19)

SELONG-Pesta rakyat Bau Nyale di Pantai Tampah Boleq, Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, tahun ini ditiadakan. Hal ini dilakukan Pemkab Lotim untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

“Karena tidak mungkin menghindari adanya kerumunan, maka kegiatan ini kami minta ditiadakan,” kata Sekda Lotim HM Juaini Taofik pada Lombok Post, Jumat (22/1).

“Untuk itu, kami mesti dengan tegas menjaga agar lonjakan kasus positif tidak terjadi secara drastis,” tegasnya.

Ia berharap masyarakat memahami kondisi pandemi Covid-19 ini. Selain tidak memperbolehkan masyarakat untuk berbondong-bondong melakukan tradisi memburu jelmaan Putri Mandalika itu, ia juga akan menguatkan hal tersebut dengan mengerahkan petugas. “Nanti di beberapa titik akan kita lakukan penjagaan,” jelasnya.

Menurut Taofik, sosialisasi kepada masyarakat sangat perlu dilakukan melalui pemerintah desa dan kecamatan beserta TNI-Polri. Pihaknya memastikan persiapan penjagaan agar jangan sampai kecolongan. “Kita terus berharap agar masyarakat memahami pandemi Covid-19 ini masih ada,” kata Taofik. (tih/r5)

Terkait dengan Surat Edaran itu,

2 Kades di Wilayah Selatan Lotim Pesimis Bisa Bendung Massa Bau Nyale

LOMBOK TIMUR, LOMBOKTODAY.CO.ID – Sikap tegas Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) bersama Forkopimcam Kecamatan Jerowaru untuk menghalau massa yang akan menyerbu beberapa titik lokasi penangkapan ‘’Nyale’’ di kawasan Pantai Selatan Lotim, tampaknya agak sulit bisa dijamin.

Pasalnya, meskipun Forkopimcam Jerowaru melakukan koordinasi intens dengan Kepala Desa dan beberapa Kawil di kawasan lokasi biasa tempat munculnya yang disebut dalam mitos sebagai jelmaan rambut putri Mandalika itu, tampaknya masih disikapi dengan nada pesimis oleh dua Kepala Desa yang kemungkinan paling ramai didatangi para pendoyan ‘’Nyale’’. Di antara 2 kades tersebut, yakni Kades Seriwe dan Kades Ekas Buana.

Kades Seriwe, Hudayana yang dikonfirmasi Lomboktoday.co.id melalui pesan WhatsApp (WA), Senin (25/1), mengajukan saran kepada Pemda Lotim maupun Forkopimcam Jerowaru untuk membuat baliho larangan sejak sekarang.

Selain itu, Kades yang memiliki wilayah penangkapan ‘’Nyale’’ di Pantai Kaliantan, Tampah Bole itu, meminta Pemda bersurat ke semua desa, khususnya kawasan Selatan hingga Lombok Tengah bagian Timur untuk mengimbau warganya untuk tidak datang. Tak cukup hanya itu, Hudayana juga berharap pihak keamanan harus di-stanby-kan dari sekarang di pertigaan Tutuk,  untuk memblok pintu masuk orang yang mau datang terutama warga yang datang jauh hari sebelumnya yang mau buat pondokan.

Pada intinya menurut Kepala Desa muda yang baru berusia 27 tahun ini menyebutkan, yang perlu dicegah adalah kerumunan massa yang datang hanya beramai-ramai saja, kalau orang yang betul-betul datang mau menangkap Nyale agak sulit dibendung terlebih yang jalur laut.

Namun demikian, Hudayana masih akan melihat tindakan seperti apa yang akan ditempuhnya. Sebab katanya, masih akan dibahas melalui rapat besok, Selasa (26/1), bersama Forkopimcam Jerowaru di Kantor Camat Jerowaru. ‘’Besok undangan rapat di Kantor Camat Jerowaru bersama Forkopimcam. Nanti saja kita lihat seperti apa yang akan kita ambil,’’ kata Hudayana meskipun menurutnya itu serba susah.

Pernyataan senada juga dilontarkan Kepala Desa Ekas Buana, Ahmad Nursandi. Dengan nada singkat Kades yang memiliki kawasan penangkapan Nyale di Pantai Kura-Kura dan Pantai Sungkun itu menyebutkan upaya pencegahan massa ini sebagai pekerjaan yang sangat berat. ‘’Memang, ini adalah pekerjaan berat. Karena akan berhadapan dengan massa,’’ kata Sandi tanpa ada pernyataan solutif.(Sid)

Kades Seriwe, Hudayana (kanan) dan Kepala Desa Ekas Buana, Ahmad Nursandi (kiri).

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image